Menu

Selasa, 31 Mei 2016

Film Ponorogo: Rembulan Dan Matahari Tahun 1979


Judul : Rembulan Dan Matahari
Genre : Action Love Life
Sutradara : Slamet Rahardjo
Tahun : 1979
Tayang : Bioskop
Durasi : 100 Menit
Studio : Unkown
Kejernihan Suaara : Sangat Jelas
Pemeran : , , , , , ,

Sinopsis :
Malam lebaran. Bagus, centeng di kompleks pelacuran yang bergendak dengan Paitun, kembali ke desanya yang sudah tujuh tahun ditinggalkannya. Ia melihat keadaan berubah. Pacarnya Ayu sudah kawin dengan Atmo dan dalam keadaan hamil tua, gurunya sudah meninggal, teman seperguruannya, Parjio seperti orang gila, dan desa terpencil di daerah Ponorogo itu diputus hubungannya dengan dunia luar karena Sengkuni dkk, pemilik kendaraan penghubung, memboikot untuk menaikkan harga angkutan.

Ternyata Bagus diusir gurunya, Wirodongso. Ia melanggar pantangan: menghamili Ayu yang kemudian melahirkan anak, Gombloh. Di desa ia mulai terlibat dengan masalah-masalah desa. Masalah dirinya juga muncul karena Paitun datang menyusul, hingga Bagus yang hendak mulai hidup baru di desanya sambil menyelesaikan masalah desa, terusik karena kehadiran Paitun yang merupakan masa lalunya yang kelam. Ia juga diberitahu Ayu bahwa Gombloh adalah anaknya. Keadaan desa pulih, tapi Ayu meninggal waktu melahirkan.

Tampak Slamet Rahardjo sangat berambisi memberi warna tersendiri untuk film pertamanya ini. Keunikannya: di samping pengungkapan masalah desa, khususnya budaya desa Ponorogo, juga dibanding film-film lain adalah dalam editing yang sering "melompat" dan sengaja memberikan informasi secukupnya saja dan diusahakan tidak berlarut dalam emosi.

Rabu, 20 Januari 2016

Foto Reyog Zaman Kolonial Belanda Dan Awal Kemerdekaan Indonesia Tempo Dulu

Badan Arsip Reyog Ponorogo.

Berikut beberapa foto reyog pada zaman kolonial belanda dan awal kemerdekaan yang kami tampilkan. Terdapat banyak pilihan foto yang berjumlah puluhan, tetapi kami pilih beberapa saja dengan proses tehnik coloring pada foto oleh Tim Badan Arsip Reyog Ponorogo sehingga tampak jelas.

Mengenai perbedaan pada foto berikut adalah suatu kewajaran, karena group reyog satu dengan lainnya selalu bersinggungan karena gengsi, namun tetap pada pakem seni reyog sendiri. Foto Reyog di bawah ini bukanlah group yang sama dan bukan dari perkembangan reog itu sendiri.
 
Kumpulan foto-foto di bawah ini adalah hasil dari berbagi koleksi museum-museum di Belanda dan sebagaian dari fotografer Jerman dan Jepang yang sudi untuk berbagi dokumentasi demi perkembangan kesenian reyog ponorogo, yang dimana seluruh foto berikut diambil di Indonesia.



Barong Reyog pada tahun 1920.
Lokasi : Kediri.
Pada foto diatas, tampak ending dari pertunjukan reyog. mulut singo barong dalam keadaan terbuka dan tanpa bulu-bulu merak, mungkin saja buru-buru untuk tampil sehingga tidak sempat menata untuk menanam bulu merak pada kerangka.


Barong Reyog pada tahun 1922.
Lokasi : Ponorogo.
Pada foto diatas merupakan sesi foto bersama. Tampak seorang ningrat melaihat dari kejauhan menunggang kuda dan di beri teduhan paung jawa keraton.


Barong Reyog pada tahun 1930
Lokasi : Ponorogo
Pada foto diatas merupakan sesi foto, para penonton berdesak-desakan untuk ikutan di foto, lihat tubuh gempal pemain reyog pada zaman dahulu, meskipun kolonial belanda menjajah Indonesia, hal ini tidak berpengaruh pada para Warok.


Barong Reyog pada tahun 1938.
Lokasi : Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Ponorogo
Pada foto diatas adalah kekalahan singo barong saat melawan prabu klono sewandono. pertunjukan tersebut merupakan reyog yang di pimpin oleh seorang kiayi warok (islam).




Barong Reyog pada tahun 1949.
Lokasi : Ponorogo-Madiun
Pada foto diatas adalah tampak ending dari pertunjukan reyog, tepat setahun setelah para warok menumpaskan pemberontakan PKI yang dipimpin oleh Muso.


Barong Reyog pada tahun 1965
Lokasi : Ponorogo
Pada foto diatas adalah sebuah pertunjukan Reyog yang di katakan (dapat dikatakan tanggap) dalam wadah seni partai PKI, Sebenarnya penggemar reyog PKI sangat banyak, bahkan lihat penonton banyak juga yang berpeci.



Barong Reyog pada tahun 1973.
Lokasi : Surabaya, Jawa Timur
Pada foto diatas adalah pertempuran antara Klono sewandono  dengan Singo Barong. Berlokasikan di Surabaya yang di tonton oleh para Mahasiswa yang di sajikan oleh Group Reyog Beringin Sakti.
 Kami mendapatakan dua versi Group Reog Surabaya yang pernah menggunakan nama "Beringin Sakti" antara lain dari Reog Singo Mangku Joyo dan Reog Ki Ageng Singo Mulyo, Namun yang pasti dapat dikatakan bahwa Reog ini mendapatkan dukungan dari Partai Golkar semasa emasnya yang dipimpin oleh Presiden Soeharto yang merupakan dari fraksi Golkar yang berlambangkan pohon beringin.


Barong Reyog pada tahun 1978
Lokasi : Ponorogo (Antara perbukitan)
Pada foto diatas merupakan sesi dimana Singo Barong beraksi untuk unjuk gigi. Pementasan tersebut untuk syukuran telah dikhitannya anak-anak SD secara masal dan sebagai hiburan.


Barong Reyog pada tahun Unkown
Lokasi : Gresik
Pada foto gambar diatas merupakan karya Anas Arrosyidh yang di gambar pada tahun 2008, satu tahun setelah klaim Reyog oleh pihak Malaysia. Menurutnya gambaran tersebut di tuangkan setelah dirinya seperti ke masa lampau, padahal pada tahun 2008 masih minim teknologi terutama di internet, padahal fotografi lawas terupload di dunia maya antara tahun 2011-2013. Terlihat pada gambar masih di bawa oleh dua penari, menggunakan akrobatik dan pada mulut caplokan satu dengan mulut terbuka dan mulut tertutup.

Kami juga menerima seluruh dokumentasi tentang seni reyog dari anda dengan senang hati,
Mungkin ada pertanyaan foto-foto reyog tempo dulu diatas, silahkan berkomentar pada kami di facebook.